Islam Laksana Sebatang Pohon
http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-i/
Islam Laksana Sebatang Pohon
Agama Islam yang kita akui dan yang kita warisi itu sebenarnya cantik dan indah. Kedatangan Rasulullah SAW adalah rahmatan lil alamin karena membawa peraturan hidup yang disebut agama Islam (Ad Din Al Islam).
Jika agama Islam ini benar-benar dipahami, diamalkan dan diperjuangkan
di semua bidang dan aspek secara utuh, bukan hanya di aspek-aspek
tertentu, maka sudah tentu agama Islam akan menjadikan manusia berkasih
sayang, menghubungkan silaturahim, menumbuhkan ukhuwah, menjadikan
anak-anak taat kepada orang tua, ayah ibu senantiasa memberi kasih
sayang kepada anak-anak, isteri senantiasa patuh kepada suami setelah
taat kepada Allah dan Rasul, suami senantiasa bersimpati pada
isterinya. Seorang pemimpin akan menjadi payung bagi seluruh
masyarakat, menjalankan keadilan terhadap seluruh rakyat. Ulama akan
menjadi obor, penasehat kepada seluruh peringkat masyarakat. Orang kaya
akan terdorong menjadi bank, sehingga tidak perlu lagi mendirikan bank
Islam. Selain itu, Islam juga akan mendorong peniaga bertindak jujur
dalam perniagaan, orang miskin redha dalam kemiskinan atau setidaknya
sanggup bersabar, masyarakat bersih dari maksiat, krisis, kejahatan,
perkelahian dan peperangan. Akhirnya manusia akan hidup harmoni,
bersatu padu, aman, damai, selamat dan bahagia. Itulah yang disebut
sebagai Al Jannatul Ajilah atau Syurga yang disegerakan di
dunia. Syurga sementara sebelum di akhirat nanti akan dihadiahkan
Syurga Allah yang sebenarnya kepada mereka yang berhasil mewujudkan
keselamatan dan kebahagiaan itu.
Namun sunggung malang, di dalam pengalaman hidup kita selama ini, kita belum dapat merasakan Islam itu cantik dan indah. Kita belum dapat merasakan ketenangan Islam, kebahagiaan Islam, kedamaian Islam. Kita belum dapat menyaksikan suatu masyarakat yang bersih dari kemungkaran, kejahatan dan bersih dari segala bentuk krisis. Kita belum dapat merasakan kecantikan dan keindahan agama Islam. Mengapa? Karena sudah ratusan tahun lamanya, setidaknya sejak 700 tahun yang lalu, sesudah jatuhnya kerajaan Islam di Timur Tengah, sejak itulah umat Islam seluruh dunia tidak lagi mempelajari, memahami dan seterusnya memperjuangkan Islam secara utuh, secara keseluruhan dan dalam cakupan yang luas. Yang kita pahami hanya dalam aspek-aspek tertentu dan terbatas bada bagian-bagian tertentu.

Comments